Telp : 031-5921516

Tata Kelola Sebuah Perguruan Tinggi Yang Bagus Akan Menjadikan Perguruan Tinggi Memiliki Daya Saing Di Dunia Internasional

Jumat, 29 Juli 2016 - 11:18:44 WIB
Dibaca: 123 kali


Agus Hermanto, S.Kom., M.MT dosen  Teknik Informatika UNTAG Surabaya mempresentasikan riset berjudul  Evaluasi Tata Kelola Sebuah Perguruan Tinggi dalam acara Phenma 2016 (21/7/2016) dihotel Elmi Surabaya.

Riset Agus Hermanto, S.Kom., M.MT tentang evaluasi tata kelola sebuah perguruan tinggi bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari manajemen pengelolaan perguruan tinggi guna meningkatkan peringkat perguruan tinggi menjadi perguruan tinggi mampu bersaing di dunia Internasional.

Agus Hermanto, S.Kom., M.MT dosen teknik informatika UNTAG Surabaya mengatakan selama ini frame work – frame work yang dikenal dalam bidang  Information and Technology (IT) government belum sesuai dengan kondisi perguruan tinggi didalam negeri. Selain itu dengan adanya penelitian bidang tata kelola ini untuk membantu  meningkatkan peringkat perguruan tinggi tersebut di dunia Internasional dalam hal ini adalah mengacu pada Webomatrics dan QOS.

“ Ada beberapa model tingkat kematangan yang telah dikenal didunia saat ini  dan  biasanya paling banyak mengacu pada kobet 5 tetapi dalam riset ini saya mencoba mengkombinasikan penggunaan  ACMM dan TOGAF, karena berdasarkan riset terakhir pada tahun 2014  menunjukkan bahwa TOGAF lebih populer serta tingkat Completeness, fleksibilatas, openess lebih tinggi dibandingan frame work lain,”tambah dosen Teknik Informatika tersebut.

“Apabila penelitian ini selesai dapat menghasilkan suatu bentuk frame work baru ataupun frame work modifikasi dari TOGAF supaya dapat menyesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi di Indonesia, dapat memperbaiki situasi atau kehidupan kampus yang semakin dinamis dan meningkatkan daya saing kampus  didunia Internasional , sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan  pemerintah agar kampus – kampus di Indonesia semakin banyak go Internasional dan dapat bersaing minimal tingkat Asia”.